KPI Terprovokasi , Khazanah Trans7 Siap-Siap Dibubarkan

By on April 14, 2013

Underground Tauhid - Kaum muslimin Indonesia sangat berharap kepada media agar menayangkan hal-hal yang bersifat positif dan mendidik. Mengingat selama ini banyak aksi kejahatan, baik perkosaan, pembunuhan dan kekerasan lainnya dilakukan akibat ulah media yang secara tidak langsung memberikan pengajaran kepada para pemirsa tentang hal tersebut.

Adanya tayangan seperti program Khazanah di stasiun televisi  Trans7 amat menggembirakan. Ia ibarat hujan yang turun saat kemarau panjang. Menyejukkan, menyegarkan, melepaskan dahaga dan tentu membuat subur kehidupan.

Khazanah menayangkan apa yang tidak ditayangkan oleh televisi nasional lainnya. sangat unik dan menarik. Dalam acara itu disampaikan pesan-pesan positif ajaran Islam yang sangat urgen dan mendesak, seperti wajibnya seorang muslim mengenal Tuhannya, tentang ibadah, keutamaan tauhid, bahaya syirik dan yang lainnya.

Pada judul tertentu, khazanah mendapat hujatan yang tak terkira oleh para pemirsa yang mengatasnamakan kaum muslimin. Seperti judul Bahaya Syirik Besar, Bahaya Syirik Kecil, Mengenal Tawassul dan Tabarruk dan Masuk neraka karena Seekor Lalat.

Pihak yang tidak terima tersebut langsung bereaksi keras dan melapor serta memfitnah pihak Khazanah Trans7 kepada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), Dewan Pers dan Kemenkominfo serta membuat grup-grup online seperti Facebook yang berisikan hujatan dan celaan yang tak pantas kepada statiun televisi itu.

Khazanah dituduh menyebarkan ajaran Wahabi, menghina kelompok tertentu dan menyesat-nyesatkan tanpa bukti.

Akibat dari laporan para tukang fitnah itu, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) angkat bicara dan nampaknya agak terhasut oleh para pelapor.

“Media penyiaran tidak boleh mempertentangkan hal semacam itu di ruang publik media, apalagi melakukan penghakiman, karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan,” kata  Komisioner KPI, Idy Muzayyad, Kamis (11/4).

Idy menjelaskan sambil mendukung alasan para pelapor, dalam setiap agama dan keyakinan seringkali terdapat perbedaan pandangan yang bersifat khilafiyyah dan tidak bisa dipaksakan dan saling menyalahkan. Justru sebaliknya perlu ditekankan sikap saling menghormati dan memahami pandangan keagamaan masing-masing.

Apalagi Indonesia ini merupakan bangsa dengan kebhinekaan yang tinggi, sehingga penyeragamaan merupakan hal yang tidak mungkin. Begitupun dengan pandangan keagamaan Islam, yang terdapat perbedaan untuk hal-hal yang bersifat cabang (furu’iyah) bukan pokok (ushuliah).

”Misalnya detail tatacara peribadatan. Tahlil, ziarah kubur, shalawat, tawassul, maulid merupakan bagian dari amalan riil umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sebagai akulturasi kebudayaan yang dibolehkan,”ujarnya, seperti dikutip nu.or.id, Sabtu (13/4).

Pantauan gemaislam.com, selama ini acara khazanah di Trans7 tidak pernah menyinggung kelompok tertentu apalagi menyebut-nyebut nama salah satu Ormas.

Khazanah menayangkan ajaran Islam tentang tauhid bersumber dari Al Quran dan Hadits. Juga menyebutkan beberapa sebab penyimpangan terhadap tauhid sehingga terjadi perbuatan Syirik.

Tidak pernah menyebut dan memvonis amaliah sebagian muslim Indonesia seperti ungkapan Tahlilan sesat dan lainnya.

Benar khazanah menjelaskan tentang Shalawat,Tawassul, Tabarruk dan Ziarah kubur. Tapi tidak ada kata penyesatan, yang ada hanyalah penjelasan mana yang dibolehkan dan mana yang dilarang. Tentunya sambil menjelaskan dalil-dalilnya. Tidak asal bicara.

Meskipun demikian, pihak KPI berencana tetap akan memanggil pihak Khazanah. “Kita juga segera memanggil penanggung jawab program yang menayangkan siaran tersebut,” ujar Idy.

Diharapkan KPI akan bertindak adil sehingga tidak merugikan para pemirsa tetap Khazanah yang jumlahnya tidak sedikit.

Jika KPI benar-benar membubarkan tayangan Khazanah, mestinya membubarkan juga tayangan-tayangan lainnya yang terbukti jelas-jelas tidak mendidik. Kita tunggu saja hasilnya.[Gemaislam.com/UGT]

Rep: Iqtina

Red: Khansa Salsabillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>