Putra Jenderal Wiranto yang Dalami al-Quran Meninggal di Afsel

By on May 30, 2013

Underground Tauhid - Kabar duka datang dari keluarga Ketua Umum Partai Hanura, Jendral TNI (Purn) Wiranto. Putra ketiganya yang bernama Zainal Nur Rizki meninggal dunia hari Rabu, (29/05/2013) di Afrika Selatan (Afsel).

“Innalillahiwainnailaihiroji’un, telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Sdr Zainal Nurrizki (Putra dari Bpk/Ibu Wiranto Ketum Hanura),” demikian keterangan dari anggota Fraksi Hanura DPR, Susaningtyas Kertopati, dalam pesan singkat, Rabu (29/05/2013) dikutip banyak media.

Zainal atau sering dipanggil Inal, meninggal pada usia 23 tahun. Sebelumnya, Inal terserang panas tinggi selama dua hari lalu dan meninggal saat berada di rumah sakit. Atas pertimbangan kemanusiaan, Inal akhirnya dimakamkan di pemakaman Muslim di Lenasia, Johannesburg, Afsel.

“Kalau kelamaan tidak baik, harus dibalsem lagi, rute pesawat terbang yang gampang pun sulit, di sana tidak ada lapangan terbang,” kata Wiranto dikutip Vivanews.

Selain itu, alasan lain, Wiranto mengaku tak tahu bagaimana izin pengembalian jenazah di sana. Sehingga, dikhawatirkan tidak bisa ke luar.

“Kalau kami paksakan ke Tanah Air, perlu usaha ekstra keras, dan kami tidak tahu bagaimana izin pengembalian jenazah di sana, bisa keluar apa tidak,” ucapnya. “Akhirnya, kami putuskan, sebagai umat Islam, lebih baik dimakamkan di sana, jadi di manapun dimakamkan tidak masalah.”

Di Afrika Selatan, Inal tinggal bersama mertua dan istrinya. Untuk mendoakan almarhum yang jauh di benua hitam, tadi malam keluarga Wiranto pun mengadakan acara doa.

Seperti diketahui, Zainal mantan mahasiswa di Universitas Gajah Mada Jurusan Hukum Internasional. Pada tahun 2011 dia memilih memperdalam ilmu Al-Quran selama tujuh tahun di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.

Keluarga besar Wiranto (Foto: KataKami)

Wiranto meminta semua pihak berkenan mendoakan anaknya.

“Mohon handai taulan turut mendoakan, agar arwah almarhum mendapatkan pengampunan atas segala dosa dosanya, serta mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas nama almarhum, keluarga memohonkan maaf apabila selama hidupnya mempunyai kesalahan kepada teman, sahabat, dan siapapun yang pernah mengenalnya,” ucap Panglima ABRI era Soeharto ini.[Hidayatullah]

Rep: Iqtina

Red: Khansa Salsabillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>